Hasanah.id – Nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan Jumat (17/10/2025). Penguatan ini terjadi setelah pada sesi sebelumnya rupiah sempat ditutup melemah tipis sebesar 0,03 persen atau turun 5 poin ke level Rp16.581 per dolar AS.
Menurut Analis Pasar Uang Lukman Leong, tekanan terhadap dolar AS masih berlanjut akibat sejumlah faktor eksternal.
“Nada dovish dari beberapa pejabat The Fed membuat pelaku pasar menilai peluang penurunan suku bunga semakin terbuka lebar,” ujarnya.
Selain itu, kata Lukman, ketidakpastian akibat potensi penutupan pemerintahan (government shutdown) di AS serta meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok turut memperlemah dolar.
“Dalam kondisi seperti ini, rupiah berpeluang menguat di kisaran Rp16.500–Rp16.600 per dolar AS,” tambahnya.
Sementara itu, Analis Ekonomi Fikri C. Permana menilai arah penguatan rupiah juga didukung oleh data ekonomi AS yang kurang menggembirakan. Salah satunya, data produksi industri Philadelphia pada Oktober yang tercatat negatif, menunjukkan tanda perlambatan aktivitas manufaktur di Negeri Paman Sam.

