Hasanah.id – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), emiten tambang batu bara milik Salim dan Bakrie, kembali mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan pagi ini. Hingga pukul 10:30 WIB, nilai transaksi saham BUMI sudah mencapai Rp 4,46 triliun, dengan frekuensi 276,2 ribu kali dan volume perdagangan 14,36 miliar lembar saham.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, harga saham BUMI melonjak 20,59% menjadi Rp 328 per lembar saham. Dalam sepekan terakhir, kenaikan saham ini tercatat mencapai 36,67%, sedangkan dalam sebulan melonjak hingga 118,67%. Jika dihitung dalam tiga bulan terakhir, saham BUMI bahkan naik sekitar 200%, menandakan minat investor yang sangat tinggi terhadap emiten tambang ini.
Lonjakan saham BUMI ini dipicu sebagian oleh sentimen positif terhadap anak usaha Bumi Resources, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). MSCI baru saja memasukkan BRMS ke dalam MSCI Large Cap mulai 24 November 2025, naik dari peringkat sebelumnya di MSCI Small Cap. Kabar ini mendorong banyak investor, khususnya investor asing, untuk memburu saham perusahaan tambang milik Salim dan Bakrie tersebut.

