Hasanah.id – Pergerakan nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat turun tipis sebesar 4 poin atau sekitar 0,02 persen ke posisi Rp16.629 per dolar AS. Sehari sebelumnya, rupiah sempat menguat 0,23 persen dan ditutup di level Rp16.624 per dolar AS.
Analis Pasar Uang, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan ini masih berada dalam rentang konsolidasi. Menurutnya, tanpa kehadiran data ekonomi utama yang dapat menjadi pemicu pasar, rupiah cenderung bergerak terbatas.
“Fluktuasi wajar terjadi karena pasar masih mencari arah, baik pelemahan maupun penguatan berpotensi terjadi namun dalam skala kecil,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Sementara itu, indeks dolar AS masih berada dalam tekanan dan diperdagangkan pada kisaran 99,22. Ekspektasi semakin kuat bahwa The Federal Reserve akan memangkas suku bunganya pada rapat FOMC 10 Desember, sehingga memicu pelemahan nilai dolar AS secara global. Kondisi ini biasanya menjadi sentimen positif bagi mata uang negara berkembang, namun volatilitas rupiah masih cukup tinggi.

